SEJARAH BATAK ANGKOLA BAB 2

Nama    : Anggi Apriani
NPM      : 201214004
Matkul   : Bahasa  Bantu
Kelas.    : 4-A
Dospem: Ibu Lisa Septia Dewi Br.Ginting


                                      BAB II
                          SEJARAH ANGKOLA

1. SEJARAH ANGKOLA
Sejarah,Asal usul dan peradaban suku batak. Suku batak merupakan sebuah tema kolektif untuk mengidentifikasikan beberapa suku bangsa yang bermukim dan berasal dari Tapanuli dan sumatera Timur,di Sumatera Utara.Agama yang dianut suku ini adalah agama kristen protestan,Katolik dan islam sunni. Ada pula yang menganut kepercayaan animisme dan menganut tradisi Malim.Dlam sensus tahun 1930 dan 2000, Pemerintah mengklarifikasikan Simalungun, Karo,Toba,Mandailing,Pakpak, dan Angkola sebagai etnis Batak.
Suku Batak memiliki beberapa sub-sub suku lain yang dikategorikan sebagai:
1.Batak Toba
2.Batak Karo
3.Batak Pakpak
4.Batak Simalungun
5.Batak Angkola
6.Batak Mandailing.
Orang batak adalah penutur bahasa Austroncsia dimana bahasa dan bukti-bukti arkeologi menunjukkan bahwa orang yang berbahasa Austronesia berasal dari Taiwan yang telah berpindah ke wilayah Filiphina dan indonesia sekitar 2.500 tahun lalu pada zaman Neolitikum. 

2. IDENTITAS BATAK
Ada beberapa yang mengungkapkan mengenai idenntitas suku batak yaitu :
1. R.W Liddle mengatakan, bahwa sebelum abad ke-20 di Sumatera bagian utara tidak terdapat kelompok etnis sebagai satuan sosial yang koheren. Menurutnya pada abad-19 ,Interaksi sosil di daerah itu hanya terbatas pada hubungan anatar kampung. Dan hamoir tidak ada kesadaran untuk menjadi bagian satuan sosial dan politik.
2. J.Pardede mengemukakan bahwa istilah “ Tanah Batak’’ Dan “ Rakat Batak “ diciptakan oleh phak asing , Karena munculnyakesadaran tentang keluarga batak yang terjadi pada zaman kolonial.
3. Siti Omas Manurung , Menyatakan bahwa semua orang baik Karo maupun Simalungun mengakui bahwa dirinya sebagai Batak.
Sebenarnya banyak yang berpendapat bahwa Pusuk Buhit adalah salah satu puncak Danau  Toba dimana itu adalah tempat kelahiran bangsa Batak Itu sendiri. Kemudian ada yang menyatakan juga bahwa nenek moyang orang Batak berasal dari Samosir.
Setelah itu, Terbentuknya masyarakat Batak yang disusun dari berbagai macam marga disebabkan karena adanya migrasi keluarga-keluarga dari wilayah lain di Sumatera.

      3 . BAHASA 
 Bahasa yang digunakan oleh orang batak adalah bahasa Batak dan sebagaian juga menggunakan bahasa melayu . Nah, Seperti yang kita ketahui bahwa di sumatera utara memiliki puak bahasa yang berbeda-beda . Misal 
             Orng Karo menggunakan logat Karo.
             Logat Pakpak dipakai oleh Batak                          Pakpak.
             Logat Simalungun dipakai oleh puak                   Batak Simalungun.
            Dan Logat Toba dipakai oleh Batak                      Toba, Angkola dan Mandailing.

4. KESENIAN
Suku Batak memiliki kesenian yang terkenal yaitu Tari Tor-tor, Tari Serampang Dua Belas. Sementara alat musik yang sering digunakan pada kesenian Batak yaitu Gong,Gondang dan saga-saga untuk ditampilkan pada upacara perkawinan Batak, mendirikan rumah, upacara kmatian dan sebagainya . Selain  itu Ciri dari daerah batak yaitu memiliki warisan kebudayaan yang berbentuk kain ulos.

5. PENYEBARAN AGAMA
1.Masuknya Islam 
Pada tahun 1345 Ibn Battuta datang kesumatera utara dan mengislamkanSultan Al-Malik Al-Dhahir. Pada saat itu masyarakat batak tidak pernah mengenal islam sebelumnya , pada saat itu disebarluaskan oleh pedagang minangkabau. Dengan bersamaan memasarkan dagangannya , Banyak minngkabauyang melakukan kawin-kawin dengan perempuan Batak. Hal ini lah yang membuat telah meningkatnya pemeluk islam di tengah masyarakat batak sumatera utara. 
Seperti yang sudah diketahui pada masa ituterjadi perang yang namanya perang paderi , dimana pada masa ini pasukan minangkabau menyerang tanah batak dengan melakukan pengislaman besar-besaran di masyarakat mandailing dan angkola. Pada masa itu masyarakat minangkabau tidang melakukan perang paderi di lingkungan wilayah Toba dan mereka tidak mengislamkan di wilayah tersebut hingga akhirnya inilah penyebab di wilayah tanah batak toba rata-rata menganut agama kristen protestan dan kisten katolik. Kemudian dari masyarakat melayu di pesisir sumatera Timur banyak mengislamkan masyarakat karo dan pakpak , sehingga simalungun banyak terkena pengaruh islam. 

2.Masuknya Kristen 
Pada tahin 1881 Dr.Ludwig Nommensen yang berasal dari jerman tiba di wilayah toba dan menjalankan misi pengkristenan . Selanjutnya Misi katolik di tanah batak pertama kali di pelopori oleh paspor Sybrandus van Rossum yang kemudian menyebarkanagama kristendengan cepet di daerah Balige danmenjadikan kristen sebagai identitas budaya.

6. KEPERCAYAAN 
Sebelum suku batak Toba mengenal agama, mereka banyak menganut sistem kepercayaan religi ttentang mulajadi na Bolon yang memeiliki kekuasaan di atas langit . Seperti yang kita ketahui dalam kepercayaan ini menyangkut jiwa dan roh, Suku batak toba sebelumnya mengenal Tiga  konsep, Yaitu :
1. Tondi => Dimana Jiwa dan roh seseoang merupakan kekuatan, Dimana tondi ini memberikan nyawa kepada manusia. 
2. Sahala => Jiwa atau roh kekuatan yang memliki seseorang. Semua orang memili Tondi tetapi tidak semua orrang memiliki Sahala, Yaitu tuah dan kesaktian yang memiliki para raja atau hula-hula.
3. Begu=> Kepada tondi yang sudah meninggal tingkahlakunya sama dengan tingkah laku manusia, hanya muncul pada waktu malam saja.

7. SALAM KHAS BATAK
HORAS Merupakan Salam khas suku batak yang terkenal padahal seperti yang saya ketahuii masih ada lagi salam khas yang terkenal dalam khas batak yaitu Mejuah-juuah dan Njuah juah. Horas sendiri yang masih memiliki penyebutan masing-masing puak yaitu :
1.Pakpak “ Njuah-juah Mo Bonta Karinal”
2.Karo “ Menjuah-juah kita Krinal”
3.Toba “ Horas jala Gabe M Di Hita Saluhutnal “
4.Simalungun “ Horas Bonta Haganupan Salam Hbonaraon Do Boona”
5.Mandailing Dan Angkola “ Horas Tondi Mandingin pir ma tondi matogu,sayur matua bulung “

8. KEKERABATAN 
Menurut sejarah ada dua bentuk kekerabatan bagi suku batak yaitu berdasarkan garis keturunan Geologi dan sosiologi , sementara kekerabatan teoritis tidak ada. Nah seperti yang saya ketahui kekerabatan berdasarkan garis geneologi terlihat dari silsilah marga mulai dari raja Batak, Dimana seluruh warga batak sudah memiliki marga.
Sedangkan kekerabatan menurut sosiologis terjadi melalui perjanjian maupun karena adanya perkawinan. Dalam istilah batak yang namanya jika ada warga batak yang sama marganya maka ia tidak boleh kawin dengannya walaupun berbeda marga namun masih serumpun dengan marganya. 
Adanya filsafah dalam perumpunan bahasa batak toba yang berbunyi: Jonok dongon partubu jonokan do dngan parhundul. Dimana dalam hal ini filosofi agar kita senantiasa  menjaga hubungan baik dengan tetangga, karena mereka adalah teman dekatnya. 
Dalam persoalan perkawinan, dalam tradisi suku batak hanya menikah dengan orang batak yang berbeda klan. Maka dariitu, jika ada yang menikah harus mencari pasangan hidup dari marga lain. Apabila yang menikah adalah seorang yang bukan dari suku batak, maka dia harus diadopsi oleh salah satu marga batak yang berbeda klan. Acara tersebut dilanjutkan dengan propesi perkawinan yang dilakukan di gereja dengan agama yang dianutnya adalah kristen.

9. RITUAL KANIBALISME
Praktik Ritual kanibalisme pada kalangan suku batak terdahulu yaiu :
1. Memoir Marco ia menytakan bahwa ia berjumpa dengan orang yang menceritaan bahwa akan adanya masyarakat pedalaman yang disebutkan sebagai “ pemakan manusia” Dan marco mencatat ceritatentang ritual knibalisme .
2. Niccolo Da Conti adalah seorang yang menghabiskan sebagia besar dalam perjalanan danmencatat kehidupan masyarakat. Dia menuliskan sebuah deskripsi singkat tentang penduduk batak disebut Batech kanibal hidup berperang terus-menerus kepada tetangga mereka.
3. Thomas Stamford Raffles mempelajari batak dan ritual serta undang-undang yang berlaku mengenal konsumsi daging manusia, Raffles menyatakan bahwa “ suaru hal yang biasa dimana orang-orang memakan orang tua mereka ketika terlslu tua untuk bekerja dan untuk kejahatan tertentu penjahat akan dimakan hidup-hidup “ 
4. Para dokter Jerman Junghun menceritakan tentang bagaimana setelah penerbangan berbahaya dan lapar. Makanan yang ditawarkan adalah daging dari dua tahanan yang telah disembelih sehari sebelumnya. 
5. Oskar Van kessel mengunjungi silindung dan mengamati ritual kanibalisme batak di mana suatu pezina dihukum dan dimakan hidup. Von menyatakan  perbuatan berdasarkan hukum dan aplikasinya untuk pelanggaran yang sangat sempit yaitu pencurian, perzinaan, mata-mata, atau pengkhianatan. Dan keluarga diberikan cabe, garam,dan lemon untuk menyatakan bahwa keluarga korban sebagai tanda bahwa mereka menerima keputuisan masyarakat.
6. Ida Pfeiffer mengamati kanibalisme bahwa telinga, hidung,hati, daging kepala, jantung, dan sebagainya dibuat menjadi hidangan khas. Dan daging itu di panggang dengan diberi garam. Nah pada khasini perempuan tidak dizinkan untuk mengambil bagian dalam manusia untuk dimakan. 

Pada akhirnya Kanibalisme ini hilang ketika pada tahun 1890, Pemerintah kanibalisme ini hilang pada pemerintah kolonial Belanda melarangnya . Dan sebab ini hilang karena dipengaruhi oleh agama pendatang. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

" Tugas Mandiri Angket Pertanyaan Mengenai Pengelolaan Kelas "