" Makalah pengelolaan pendidikan "

 MAKALAH 

 “ PENGELOLAAN PENDIDIKAN ‘’


Tahun Ajaran 2020/2021

Tentang :

“ ADMINISTRASI PENDIDIKAN ”


D

I

S

U

S

U

N

OLEH : ANGGI APRIANI ( 201214004 )

PRODI : PENDIDIKAN BAHASA, SASTRA DAN DAERAH

MATA KULIAH : PENGELOLAAN PENDIDIKAN

DOSEN PEMBIMBING : IBU NILA AFNINGSIH.,S.Pd.,M.pd



KATA PENGANTAR

       Puji Syukur Saya Panjatkan Ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa .Atas Rahmat Dan Hidayah-nya, saya Bisa Menyelesaikan Makalah Yang Berjudul “ADMINISTRASI PRNDIDIKAN’’ Ini Tepat Pada Waktunya. 

      Tak Lupa Saya Mengucapkan Terima Kasih Kepada Ibu Nila Afningsih.,s.pd.,M.pd Selaku Dosen Pembimbing Mata Kuliah pengelolaan pendidikan Yang Telah Membimbing Dalam Mengerjakan Makalah Ini.

    Adapun Tujuan Dibuat Makalah Ini Yaitu Untuk Memenuhi Tugas Pada Mata kuliah pengelolaan pendidikan Dan Untuk Memperluas Pengetahuan para Pembaca Khususnya Bagi Penulis.

    Harapan Saya Semoga Makalah Ini Membantu, Menambah,Pengetahuan Dan Pengalaman Bagi Para Pembaca Sehingga Saya Dapat Memperbaiki Bentuk Maupun Isi Makalah Ini Sehingga Kedepannya Dapat Menjadi Lebih Baik Lagi.

    Akhirul Kalam Saya Menyadari Ada Kekurangan Pada Makalah Ini . Oleh Sebab Itu Saran Dan Kritik Senantiasa Diharapkan Demi Perbaikan Makalah Saya Kedepannya. Harapan Saya Makalah Ini Bermanfaat Dan Memenuhi Harapan Dari Berbagai Pihak

aminn



                                                                                            Sidamanik, 31 oktober 2021


                                                                                                                 Anggi Apriani 





DAFTAR ISI

Cover....................................................................... i

Kata Pengantar ................................................................................. ii

Daftar Isi ................................................................................ iii

BAB I PENDAHULUAN ....................................... 1

Latar Belakang ..............................................

 Rumusan Masalah .......................................

 Tujuan ............................................................

BAB II PEMBAHASAN ......................................................................... 2

Pengertian Administrasi Pendidikan .................................................

Konsep Dasar Administrasi Pendidikan .............................................

Tujuan Administrasi Pendidikan .......................................................

Fungsi Administrasi Pendidikan ........................................................

Ruang Lingkup Administrasi Pendidikan ,....................................................

Konsep-Konsep Baru Administrasi Pendidikkan ...............................

BAB III PENUTUP ............................................................................ 3

Kesimpulan ..............................................................................

Saran ...............................................................................

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................ 4





BAB I

PENDAHULUAN 

LATAR BELAKANG

           Kepala sekolah merupakan sosok yang sangat dibutuhkan dalam suatu lembaga pendidikan. Karena tanpanya maka suatu lembaga pendidikan tidak akan berjalan dengan baik. Dalam tugas kepemimpinannya seringkali ditemukan kesalahan-kesalahan yang akan mengakibatkan tujuan pendidikan tidak terlaksana dengan baik. Untuk itu dalam makalah ini penulis akan menjelaskan fungsi serta tugas-tugas kepala sekolah agar kita mengetahui fungsi dan tugas kepala sekolah yang sebenarnya.

             Selain itu dalam kepemimpinannya, kepala sekolah juga memerlukan administrasi agar tujuan pendidikan sekolah dapat tercapai dan perencanaan yang telah direncanakan sekolah dapat berjalan dengan baik. Dalam makalah ini penulis juga akan menjelaskan betapa pentingnya administrasi dalam tugas kepemimpinan kepala sekolah.


RUMUSAN MASALAH 

Apa Pengertian Administrasi Pendidikan ?

Apa saja Konsep Dasar Administrasi Pendidikan?

Apa Tujuan Administrasi Pendidikan ?

Apa saja Fungsi Administrasi Pendidikan ?

Bagaimana Ruang lingkup Administrasi Pendidikan ?

Bagaimana konsep administrasi pendidikan ?


TUJUAN MAKALAH 

Mengetahui Pengertian Administrasi Pendidikan 

 Mengetahui Konsep Dasar Administrasi Pendidikan

Mengetahui Tujuan Administrasi Pendidikan 

Mengetahui Fungsi Administrasi Pendidikan 

 Mengetahui Ruang Lingkup Administrasi Pendidikan 

 Mengetahui Konsep-Konsep Baru Administrasi Pendidikkan




BAB II 

PEMBAHASAN 



1.      Pengertian Administrasi

Menurut asal katanya, administrasi berasal dari bahasa latin ad+ministrare yang berarti melayani, membantu, dan memenuhi. Dari perkataan itu terbentuk kata benda administration dan kata sifat administrativus yang kemudian masuk ke dalam bahasa inggris administrasion. Perkataan itu selanjutnya diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi administrasi. 

Administrasi dalam arti sempit. Dalam pengertian ini, administrasi diambil dari istilah dalam bahasa Belanda administratie yang berarti setiap penyusunan keterangan-keterangan secara sistematis dan pencatatannya secara tertulis dengan maksud untuk memperoleh suatu ikhtisar mengenai keterangan-keterangan itu dalam keseluruhannya dan dalam hubungannya satu sama lain. 

Administrasi dalam arti luas. Administrasi adalah keseluruhan proses kerja sama antara dua orang atau lebih yang didasarkan asas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. 

Administrasi adalah segenap proses penyelenggaraan dalam setiap usaha kerja sama sekelompok manusia untuk mencapai tujuan tertentu. 

Administrasi adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengendalikan suatu usaha (pemerintah) agar tujuan tercapai. 

          Pendapat di atas menekankan pentingnya administrasi dalam abad modern ini. Bahkan, tegak rubuhnya suatu Negara, maju mundurnya peradaban manusia serta timbul tenggelamnya bangsa-bangsa di dunia tidak dikarenakan perang nuklir atau malapetaka, akan tetapi tergantung pada baik buruknya administrasi yang dimiliki. 

Pertimbangan rasional yang diambil adalah ada suatu kerja sama untuk mencapai tujuan tertentu namun dikerjakan tidak teratur, belum ada administrasi. Demikian pula usaha kerja sama secara teratur tanpa adanya tujuan pun belum dapat dikatakan ada administrasi. Jadi syarat atau prinsip adanya administrasi adalah : 

(1) adanya kegiatan kerja sama yang dilakukan sekelompok orang,

 (2) adanya penataan atau pengaturan dalam kerja sama,

 (3) adanya tujuan yang akan dicapai dari kegiatan kerja sama.

Adapun tujuan administrasi adalah untuk mendayagunakan segala tenaga, sarana, dan dana secara optimal, teratur, relevan, efektif, dan efisien untuk mencapai tujuan tertentu.


2.      Konsep Dasar Administrasi Pendidikan

Administrasi pendidikan oleh para ahli diartikan dalam dua pengertian, yaitu sebagai ilmu dan sebagai proses. Pengertian administrasi pendidikan sebagai suatu ilmu mengandung pengertian bahwa Administrasi pendidikan adalah ilmu yang mempelajari penataan sumber daya yaitu manusia, kurikulum atau sumber belajar dan fasilitas untuk mencapai tujuan pendidikan secara optimal dan penciptaan suasana yang baik bagi manusia yang disepakati. 

Administrasi pendidikan pada dasarnya adalah suatu media untuk mencapai tujuan pendidikan secara produktif yaitu efektif dan efisien. Efektif tidaknya kegiatan administrasi dapat dilihat pada (1) masukan yang merata, (2) keluaran yang banyak dan bermutu tinggi, (3) ilmu dan keluaran yang gayut dengan kebutuhan masyarakat yang sedang membangun, dan (4) pendapatan tamatan atau luaran yang memadai. Sedangkan efisiensi dapat dilihat pada (1) kegairahan atau motivasi belajar yang tinggi, (2) semangat bekerja yang besar, (3) kepercayaan berbagai pihak, dan (4) pembiayaan, waktu dan tenaga yang sekecil mungkin tetapi hasil yang besar.

3.      Tujuan Administrasi Pendidikan

Tujuan administrasi pendidikan pendidikan pada hakikatnya merupakan alat untuk mencapai tujuan optimal pendidikan. Karena sekolah merupakan sub sistem dari sistem pendidikan nasional, maka tujuan administrasi pendidikan yang dilaksanakan di sekolah mempunyai tiga macam jangkauan, yaitu : tujuan jangka pendek, tujuan jangka menengah, dan tujuan jangka panjang.

Tujuan Jangka Pendek. Pada hakikatnya tujuan jangka pendek administrasi pendidikan di sekolah adalah agar tersusun dan terlaksana suatu sistem pengelolaan komponen instrumental proses pendidikan, yang terdiri dari komponen siswa, pegawai, guru, prasarana, sarana, organisasi, pembiayaan, kurikulum, tata laksana dan hubungan masyarakat guna menjamin terlaksananya proses pendidikan di sekolah yang relevan, efektif dan efisien yang menunjang tercapainya tujuan pendidikan di sekolah yang bersangkutan.

Tujuan Jangka Menengah. Agar tujuan jangka pendek dilakukan itu tidak salah arah, perlu berorientasi kepada tujuan jangka menengah, yaitu tujuan institusional setiap jenis dan jenjang program pendidikan di sekolah. Jadi, tujuan jangka pendek harus disesuaikan dengan tujuan institusional. Tujuan institusional pendidikan untuk semua tingkat dan jenis sekolah telah dibakukan oleh pemerintah.

Tujuan Jangka Panjang. Semua tujuan jangka menengah yang akan dicapai harus mendukung tercapainya tujuan pendidikan yang lebih luas, yaitu tujuan nasional. Karena itu, kegiatan administrasi pendidikan di sekolah dalam jangka panjang hendaknya akan mendukung tercapainya tujuan pendidikan nasional.

Apabila dikaitkan dengan pengertian administrasi pendidikan, tujuan administrasi pendidikan adalah agar segala usaha kerja sama dalam mendayagunakan berbagai sumber daya (manusia dan non manusia) dapat berjalan secara teratur, efektif, efisien, dan produktif dalam mencapai tujuan pendidikan.

4.      Fungsi Administrasi Pendidikan

Fungsi Administrasi Pendidikan. Pada dasarnya administrasi berfungsi untuk menentukan tujuan organisasi dan merumuskan kebijaksanaan umum. Sedangkan manajemen berfungsi untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang perlu dilaksanakan dalam rangka pencapaian tujuan dalam batas-batas kebijaksanaan umum yang telah dirumuskan.Dalam proses pelaksanaannya, administrasi dan manajemen mempunyai tugas-tugas tertentu yang harus dilaksanakan. Tugas-tugas itulah yang disebut/ diartikan sebagai fungsi-fungsi administrasi dan manajemen.

Menurut John F. Mee terdapat empat fungsi yaitu Planning (perencanaan), Organizing (pengorganisasian), Motivating (pemberian motivasi), dan Controlling (pengawasan). Sementara itu, S.P. Siagian membagi kedalam lima fungsi, yaitu : Perencanaan, Pengorganisasian, Pemberian motivasi, Pengawasan, dan Penilaian. 

Sejalan dengan uraian diatas, administrasi pendidikan mempunyai fungsi yang integral dalam proses pendidikan, terutama dalam pengelolaan pelaksanaan proses belajar mengajar di sekolah. Dengan demikian, fungsi administrasi pendidikan di sekolah meliputi :

Fungsi perencanaan yang mencakup berbagai kegiatan seperti menentukan kebutuhan, diikuti dengan penentuan trategi pencapaian tujuan dan kemudian penentuan program guna melaksanakan strategi pencapaian tujuan tersebut.

Fungsi organisasi yang meliputi pengelolaan personil, sarana prasarana, distribusi tugas,struktur, yang berwujud sebagai suatu badan yang integral.

Fungsi motivasi yang terutama meningkatkan efisiensi proses dan efektivitas hasil kerja. Fungsi tersebut timbul antara lain karena adanya penentuan dan distribusi tugas, tanggung jawab, dan kewenangan yang sesungguhnya bermuara pada relevansi, efektivitas, dan efisiensi hasil kerja yang hendak dicapai.

Fungsi pengawasan, meliputi pengamatan proses pengelolaan secara menyeluruh sehingga tercapailah hasil sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Hal ini akan berguna untuk mencegah terjadinya penyimpangan, membimbing dalam rangka peningkatan kemampuan kerja, memperoleh umpan balik, dan untuk mengukur sampai berapa jauh tujuan telah tercapai.

5.      Ruang Lingkup Administrasi Pendidikan

Administrasi pendidikan tidak saja menyangkut penataan pendidikan formal (sekolah dan perguruan tinggi) melainkan juga pendidikan non formal atau pendidikan luar sekolah seperti kursus-kursus, latihan keterampilan, dan sebagainya. Hal ini bila ditinjau dari segi institusional organisatoris.

Secara umum ruang lingkup administrasi pendidikan meliputi :

Administrasi Organisasi. Hal ini merupakan kegiatan administrasi yang berhubungan dengan bagian-bagian yang ada dalam organisasi pendidikan serta kemungkinan hubungan yang dapat terjadi antara satu bagian dengan bagian yang lain baik secara vertical maupun horizontal, struktur organisasi, pembagian tugas, dan lainnya.

Administrasi Kurikulum. Hal ini berhubungan dengan kegiatan administrasi pendidikan yang meliputi perencanaan kurikulum, metode/cara penyampaian, sistem yang dipergunakan, penyusunan kalender akademik, sampai kepada evaluasi pelaksanaan kurikulum di lapangan.

Administrasi Kepegawaian. Kegiatan ini meliputi pengadministrasian yang berkaitan dengan upaya perencanaan, pengadaan, pembinaan sampai kepada pendayagunaan pegawai, baik edukatif (seperti guru) maupun pegawai non edukatif (pegawai tata usaha, pegawai perpustakaan, dll).

Administrasi Peserta Didik/Siswa. Administrasi kesiswaan adalah semua kegiatan administrasi pendidikan yang dilakukan berhubungan dengan para calon siswa, siswa, dan alumni, seperti mengatur penerimaan siswa baru, pengelompokkan menurut jurusan, program bimbingan dan penyuluhan, masalah kehadiran, kemajuan akademik, kegiatan ekstra kurikuler, dan lain-lain.

Administrasi Sarana dan Prasarana. Kegiatan administrasi pendidikan yang dilakukan sehubungan dengan semua sarana dan prasarana yang langsung atau tidak langsung menunjang proses pendidikan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan, seperti : pengaturan tata letak bangunan, alat-alat sekolah, dan lain-lain.

Adminsitrasi Tata Usaha. Administrasi ketatausahaan merupakan kegiatan administrasi pendidikan yang mengelola pencatatan, pengumpulan, dan penyimpanan data dan dokumen yang dapat dipergunakan untuk membantu pimpinan dalam pengambilan keputusan, urusan surat menyurat serta laporan – laporan mengenai kegiatan sekolah.

Administrasi Pembiayaan. Administrasi pembiayaan adalah administrasi pendidikan yang berhubungan dengan pengelolaan pembiayaan pendidikan mulai dari tingkat perencanaan sampai pada pengukuran efisiensi biaya dalam proses pendidikan. Hal ini berhubungan dengan administrasi uang SPP, DPP, Sumber-sumber keuangan lainnya, alokasi pembiayaan dan pertanggung jawaban penggunaannya.


Apabila ditinjau dari tingkat pelaksanaannya, kegiatan administrasi pendidikan di Indonesia dapat dibedakan menjadi tiga tingkat, yaitu tingkat nasional, regional, dan lokal.

Tingkat Nasional: Pada tingkat nasional kegiatan administrasi pendidikan dilakukan oleh departemen beserta unit kerjanya (tingkat pusat). Kegiatan administrasi pendidikan pada tingkat nasional terutama berupa perumusan kebijaksanaan umum dalam bidang pelaksanaan dan teknis, pemberian bimbingan dan pengawasan terhadap kebijaksanaan tersebut. Hal ini sesuai dengan keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 tahun 1974 tentang Pokok-pokok Organisasi Departemen. Departemen yang mengurus bidang pendidikan dalam berbagai jenjang kelembagaan yaitu Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama.

Tingkat Regional. Kegiatan administrasi pendidikan pada tingkat regional dilaksanakan pada Kantor Dinas Pendidikan Nasional Propinsi, Kantor Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten/Kota, Kantor Dinas Pendidikan Nasional Kecamatan, dan Koordinator Perguruan Tinggi Swasta. Demikian pula pada Departemen Agama dilaksanakan pada tingkat Kanwil Departemen Agama Propinsi, Kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota, Kantor Urusan Agama Kecamatan, dan Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta

 Tingkat Lokal: Pelaksanaan administrasi pendidikan ditingkat lokal adalah kegiatan administrasi pendidikan yang dilaksanakan di lembaga pendidikan yang secara langsung melakukan proses pendidikan terhadap peserta didik, seperti Sekolah Dasar . 


6.      Konsep – konsep Baru Administrasi Pendidikan

Pemahaman terhadap apa yang sedang berkembang dalam dunia administrasi pendidikan amat penting untuk meluaskan wawasan dan memantapkan visi yang ada dan diperlukan. Konsep-konsep yang perlu diketahui yaitu :

Administrasi pendidikan sebagai suatu proses sistem perilaku. Konsep ini mengandung arti bahwa dalam penyelenggaraan pendidikan terjadi suatu proses interaksi manusia dalam sistem yang terarah dan terkoordinasi dalam mencapai tujuan.

Learning merupakan sasaran pokok. Konsep ini mengandung arti bahwa faktor-faktor lain hanyalah merupakan sasaran antara untuk membantu peserta didik untuk meningkatkan proses belajarnya.

Kepengawasan adalah usaha kerja sama yang sistemik dan terkoordinasi secara terarah dan terpadu. Konsep ini mengandung arti bahwa keberhasilan kepengawasan bukanlah terletak pada efektif pengawasan dalam menjalankan tugasnya, seperti keyakinan pada konsep kepengawasan tradisional, tetapi terletak sejauh manakah kerja sama antara berbagai unsur yang terlibat.

Komunikasi terbuka antar berbagai unsur yang terlibat\. Komunikasi adalah urat nadi kegiatan administrasi pendidikan. Bilamana jalur komunikasi ini tertutup atau ada yang menghambat, akan terdapat ketidaklancaran aktivitas administrasi.

Penggunaan gaya kepemimpinan yang tepat. Kepemimpinan itu akan efektif apabila menggunakan style yang tepat. Style ini bersumber pada berbagai teori kepemimpinan yang telah lama dikembangkan.

Adanya fleksibilitas organisasi yang memungkinkan penyesuaian yang dapat dilakukan sehingga terjadi kesempatan untuk tumbuh dan berkembang.

Penghargaan terhadap usaha dan aktivitas kreatif sesuai dengan hakikat manusia yang diekspresikan dalam pelaksanaan program pendidikan.


BAB III 

PENUTUP 

A . KESIMPILAN 

1.       Kepala sekolah tidak hanya berperan sebagai pemimpin. Tapi juga sebagai guru, supervisor, manajer, inovator, motivator dan administrator, serta berperan sebagai sosok ayah bagi para muridnya.

2.       Kepala sekolah harus tegas dalam menjalankan administrasi di sekolah yang ia pimpin.

3.       Adminstrasi berperan penting dalam tugas kepemimipinan kepala sekolah untuk mengetahui data-data sekolah dan para personil sekolah sehingga mampu mencapai tujuan pendidikan yang dibuat sekolah dengan baik.


B . SARAN 

Kepala sekolah haruslah bertindak tegas dalam menerapkan administrasi dalam tugas kepemimpinannya agar tujuan sekolah dapat tercapai dengan baik.



DAFTAR PUSTAKA 


• Herabudin, Administrasi dan Supervisi Pendidikan, Bandung: Pustaka Setia, 2009, h.17

•  Inu Kencana Syafi’I, Ilmu Administrasi Publik, Jakarta: Rinekacipta, 2006, h.16

 • Syafaruddin, dkk, Administrasi Pendidikan, Medan: Perdana Publishing, 2016, h.2

 • Eka Prihatin, Teori Adminstrasi Pendidikan, Bandung,: Alfabeta, 2011, h.3

• Ary  H. Gunawan, Administrasi Sekolah Mikro, Jakarta: RIneacipta, 2011, h.1

•  Herabudin, Op. cit, h.125

• Sondang P.Siagian, Administrasi Pendidikan, Jakarta: Gunung Agung, 1974, h.9

Herabudin, Op. Cit, h.139

• Oteng Sutisna, Administrasi Pendidikan. Bandung: Angkasa, 1985, h.17

 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

" Tugas Mandiri Angket Pertanyaan Mengenai Pengelolaan Kelas "